Senin, 26 Januari 2015

Contoh narrative text bahasa inggris



The three farmer’s son

Once upon a time, there lived a sick poor farmer aid his three sons: Bill, Thomas, and john. Being on the point of death, the father bequeathed his things to them. Bill inherited his cow, Thomas got his plow, and john received his plant’s seeds. Soon afterward, their father died. Bill and Thomas decided to go out from their small hut and lived their life alone. When their little brother asked them to lend him their plow and cow, they refused to help and mocked him. Then they sold their cow and plow and spent the money without thinking of the future. John then couldn’t help but worked hard by himself to grow the seeds without any help from his brothers.

Years passed, john had gathered the sweet fruits of his sweats and hard works in the past and thus became a rich farmer. One day when he was buying some fruits in the market, somebody stole his wallet. As he ran to get his wallet back, the thief hit a beggar and fell down. John then realized that the thief and the beggar were his own brothers. Bill and Thomas then begged for their little brother forgiveness of being so arrogant and selfish. After listening to his brothers’ stories, john invited his brothers to live together with him. The three then worked together and became great and rich farmers.

Terjemahannya:

Tiga Anak Petani

Dahulu kala, hiduplah seorang petani miskin yang sakit dan dibantu oleh ketiga anaknya: Bill, Thomas, dan John. Berada di ambang kematian, sang ayah mewariskan beberapa hal kepada mereka. Bill mewarisi sapinya, Thomas mendapat alat bajak, dan John menerima bibit tanaman nya. Segera setelah itu, ayah mereka meninggal. Bill dan Thomas memutuskan untuk pergi keluar dari gubuk kecil mereka dan menjalani hidup mereka sendiri. Ketika adik mereka meminta mereka untuk meminjamkan bajak dan sapi, mereka menolak untuk membantu dan mengolok-oloknya. Kemudian mereka menjual sapi dan bajak mereka dan menghabiskan uang tanpa memikirkan masa depan. John kemudian tidak bisa membantu tetapi bekerja keras sendiri untuk menumbuhkan benih tanpa bantuan dari saudara-saudaranya.

Tahun-tahun berlalu, john telah mengumpulkan buah manis dari keringat dan kerja keras di masa lalu dan dengan demikian ia menjadi seorang petani kaya. Suatu hari ketika ia membeli beberapa buah-buahan di pasar, seseorang mencuri dompetnya. Saat ia berlari untuk mendapatkan dompetnya kembali, pencuri itu menabrak pengemis dan terjatuh. John kemudian menyadari bahwa pencuri dan pengemis itu adalah saudaranya sendiri. Bill dan Thomas kemudian memohon pengampunan pada adik mereka karena telah menjadi begitu sombong dan egois. Setelah mendengarkan cerita saudara-saudaranya, John mengajak saudara-saudaranya untuk hidup bersama dengan dia. Ketiganya kemudian bekerja bersama-sama dan menjadi petani yang hebat dan kaya.

The Legend Of Mount Batok

A long time ago, there lived a beautiful woman namely Roro Anteng. She was a known for her beauty and had attracted the attention of an evil giant. Roro Anteng dared not reject the giant’s advances when he proposed to her. Roro thought of a plan to get away from the marriage without offending the giant. In order to get her and in marriage, the giant had to fulfill her wishes.

Roro Anteng then concocted a difficult request in hopes that the giant did not have the power to fulfill it. She had asked him to make her a sandy dessert in between the mountains in one night and before the break of dawn.

Unfortunately for he, the giant magically and swiftly begin to work his powers and was nearly completing her wishes. The fast thinking of Roro Anteng quickly thought of an idea to disrupt the completion, she made al sorts of noises that wake woke up the roosters. The roosters began to crow bringing dawn in.

On hearing of roosters’ calls, which signaled the break of dawn, the giant was shocked for having failed his tasks. Frustrated, he threw the coconut shell that he used to dig the desert. The shell fell to the ground beside mount Bromo, forming hat is now known as mount Batok. The sandy plain was to form the Tengger caldera.

Terjemahannya:

Legenda Gunung Batok
Dahulu kala, hiduplah seorang wanita cantik yaitu Roro Anteng. Dia dikenal karena kecantikannya dan telah menarik perhatian dari seorang raksasa jahat. Roro Anteng tidak berani menolak kemauan raksasa itu ketika ia melamarnya. Roro memikirkan rencana untuk menjauh dari pernikahan tanpa menyinggung perasaan sang raksasa. Untuk mendapatkanya dan melaksanakan pernikahan, raksasa harus memenuhi keinginannya.

Roro Anteng kemudian mengarang permintaan yang sulit dengan harapan bahwa raksasa tidak memiliki kekuatan untuk memenuhinya. Dia meminta raksasa itu untuk membuat sebuah gurun pasir di antara pegunungan dalam satu malam dan sebelum fajar.

Sayangnya, raksasa ajaib bekerja sekuat tenaga dengan cepat dan hampir menyelesaikan keinginannya. Roro Anteng cepat memikirkan ide untuk mengganggu penyelesaian tantangan itu, dia membuat suara yang membangunkan ayam jantan. Ayam jantan mulai berkokok membawa fajar masuk.

Ketika mendengar panggilan ayam jantan yang menandai subuh, raksasa terkejut karena tugasnya telah gagal. Frustrasi, ia melemparkan tempurung kelapa yang ia gunakan untuk menggali gurun. Tempurung itu jatuh ke tanah di samping gunung Bromo, membentuk kubah yang sekarang dikenal sebagai gunung Batok. Dataran berpasirnya telah membentuk kawah Tengger.



Ali Baba and The Forty Thieves

Ali Baba was such a poor man that he had only one shoe for his two feet. Even the mice in his house were hungry.

One day, his wife said, "We have no food in the house. No rice. No potatoes. Go and collect leaves in the forest so that I can make a soup."

Ali was a lazy man. He looked for leaves for about ten minutes and then he climbed a tree to sleep. He was afraid of wolves. When he woke up, he was surprised to see forty thieves on forty horses. They stopped in front of a big rock.

"Open Sesame!" shouted the leader. A door on the rock opened. The thieves carried sacks full of gold into the cave. When they had finished, the leader shouted.

"Close Sesame!" and the door closed. As soon as the thieves had disappeared Ali Baba jumped down from the tree, said, "Open Sesame" and went into the cave.

There were shelves all around the walls. The shelves were full of sacks. And the sacks were full of gold. Ali took a sack home with him.

Unfortunately, one of the thieves saw Ali's footprints on the sand. He followed them to Ali's home. He took out his knife and made a cross on the door.

"Now I shall know which house it is," he said.

He rode off to get the other thieves. But Ali had seen the thief.

He and his wife took brooms and swept away the footprints. Then he made crosses on every door at the street. When the forty thieves arrived they had their knives between their teeth, they couldn't find either Ali or the gold. Ali and his wife lived happily ever after.

Terjemahan

Ali Baba dan 40 Pencuri

Ali Baba adalah seorang pria miskin yang hanya memiliki sebuah sepatu untuk kedua kakinya. Bahkan tikus-tikus di rumahnya pun kelaparan.

Suatu hari, istrinya berkata, "Kita tidak mempunyai makanan di rumah. Tidak ada beras. Tidak ada kentang. Pergi dan kumpulkan daun-daunan di hutan sehingga saya bisa membuat sup."

Ali adalah seorang pemalas. Dia mencari daun-daunan sekitar 10 menit dan kemudian dia memanjat pohon untuk tidur. Dia takut dengan serigala. Ketika dia bangun, dia terkejut melihat 40 pencuri menaiki 40 ekor kuda. Mereka berhenti di depan sebuah batu besar.

"Buka Sesame!" teriak sang pemimpin. Sebuah pintu pada batu tersebut pun terbuka. Pencuri-pencuri tersebut membawa kantong-kantong yang penuh dengan emas ke dalam gua tersebut. Ketika mereka telah selesai, sang pemimpin berteriak.

"Tutup Sesame!" dan pintu tersebut pun menutup. Segera setelah pencuri-pencuri tersebut telah pergi Ali Baba loncat turun dari pohon, berkata, "Buka Sesame" dan pergi ke dalam gua tersebut.

Terdapat rak-rak di seluruh sekeliling dinding gua tersebut. Rak-rak tersebut penuh dengan kantong-kantong. Dan kantong-kantong tersebut penuh dengan emas. Ali mengambilnya satu kantong dengannya untuk dibawa ke rumah.

Sayangnya, salah satu dari pencuri-pencuri tersebut melihat jejak kaki Ali di pasir. Dia mengikutinya sampai ke rumahnya Ali. Dia mengeluarkan pedangnya dan membuat tanda silang di pintunya.

"Sekarang saya sudah tahu rumah yang mana ini," dia berkata.

Dia berkendara pergi untuk memberitahu pencuri yang lain. Tetapi Ali telah melihat pencuri tersebut.

Dia dan istrinya mengambil sapu dan menyapu jejak-jejak kaki. Kemudian dia membuat tanda silang di semua pintu di jalan. Ketika 40 pencuri tersebut datang dengan pisau-pisaunya diantara gigi-gigi mereka, mereka tidak dapat menemukan Ali atau emas tersebut. Ali dan istrinya pun hidup bahagia selamanya.





3 komentar: