Contoh narrative text bahasa inggris
The three farmer’s
son
Once
upon a time, there lived a sick poor farmer aid his three sons: Bill, Thomas,
and john. Being on the point of death, the father bequeathed his things to
them. Bill inherited his cow, Thomas got his plow, and john received his
plant’s seeds. Soon afterward, their father died. Bill and Thomas decided to go
out from their small hut and lived their life alone. When their little brother
asked them to lend him their plow and cow, they refused to help and mocked him.
Then they sold their cow and plow and spent the money without thinking of the
future. John then couldn’t help but worked hard by himself to grow the seeds
without any help from his brothers.
Years
passed, john had gathered the sweet fruits of his sweats and hard works in the
past and thus became a rich farmer. One day when he was buying some fruits in
the market, somebody stole his wallet. As he ran to get his wallet back, the
thief hit a beggar and fell down. John then realized that the thief and the
beggar were his own brothers. Bill and Thomas then begged for their little
brother forgiveness of being so arrogant and selfish. After listening to his
brothers’ stories, john invited his brothers to live together with him. The
three then worked together and became great and rich farmers.
Terjemahannya:
Tiga Anak Petani
Dahulu
kala, hiduplah seorang petani miskin yang sakit dan dibantu oleh ketiga
anaknya: Bill, Thomas, dan John. Berada di ambang kematian, sang ayah
mewariskan beberapa hal kepada mereka. Bill mewarisi sapinya, Thomas mendapat
alat bajak, dan John menerima bibit tanaman nya. Segera setelah itu, ayah
mereka meninggal. Bill dan Thomas memutuskan untuk pergi keluar dari gubuk
kecil mereka dan menjalani hidup mereka sendiri. Ketika adik mereka meminta
mereka untuk meminjamkan bajak dan sapi, mereka menolak untuk membantu dan
mengolok-oloknya. Kemudian mereka menjual sapi dan bajak mereka dan
menghabiskan uang tanpa memikirkan masa depan. John kemudian tidak bisa
membantu tetapi bekerja keras sendiri untuk menumbuhkan benih tanpa bantuan
dari saudara-saudaranya.
Tahun-tahun
berlalu, john telah mengumpulkan buah manis dari keringat dan kerja keras di
masa lalu dan dengan demikian ia menjadi seorang petani kaya. Suatu hari ketika
ia membeli beberapa buah-buahan di pasar, seseorang mencuri dompetnya. Saat ia
berlari untuk mendapatkan dompetnya kembali, pencuri itu menabrak pengemis dan
terjatuh. John kemudian menyadari bahwa pencuri dan pengemis itu adalah
saudaranya sendiri. Bill dan Thomas kemudian memohon pengampunan pada adik
mereka karena telah menjadi begitu sombong dan egois. Setelah mendengarkan
cerita saudara-saudaranya, John mengajak saudara-saudaranya untuk hidup bersama
dengan dia. Ketiganya kemudian bekerja bersama-sama dan menjadi petani yang
hebat dan kaya.
The Legend Of Mount
Batok
A long
time ago, there lived a beautiful woman namely Roro Anteng. She was a known for
her beauty and had attracted the attention of an evil giant. Roro Anteng dared
not reject the giant’s advances when he proposed to her. Roro thought of a plan
to get away from the marriage without offending the giant. In order to get her
and in marriage, the giant had to fulfill her wishes.
Roro
Anteng then concocted a difficult request in hopes that the giant did not have
the power to fulfill it. She had asked him to make her a sandy dessert in
between the mountains in one night and before the break of dawn.
Unfortunately
for he, the giant magically and swiftly begin to work his powers and was nearly
completing her wishes. The fast thinking of Roro Anteng quickly thought of an
idea to disrupt the completion, she made al sorts of noises that wake woke up
the roosters. The roosters began to crow bringing dawn in.
On
hearing of roosters’ calls, which signaled the break of dawn, the giant was
shocked for having failed his tasks. Frustrated, he threw the coconut shell
that he used to dig the desert. The shell fell to the ground beside mount
Bromo, forming hat is now known as mount Batok. The sandy plain was to form the
Tengger caldera.
Terjemahannya:
Legenda Gunung Batok
Dahulu
kala, hiduplah seorang wanita cantik yaitu Roro Anteng. Dia dikenal karena
kecantikannya dan telah menarik perhatian dari seorang raksasa jahat. Roro
Anteng tidak berani menolak kemauan raksasa itu ketika ia melamarnya. Roro
memikirkan rencana untuk menjauh dari pernikahan tanpa menyinggung perasaan
sang raksasa. Untuk mendapatkanya dan melaksanakan pernikahan, raksasa harus
memenuhi keinginannya.
Roro
Anteng kemudian mengarang permintaan yang sulit dengan harapan bahwa raksasa
tidak memiliki kekuatan untuk memenuhinya. Dia meminta raksasa itu untuk
membuat sebuah gurun pasir di antara pegunungan dalam satu malam dan sebelum
fajar.
Sayangnya,
raksasa ajaib bekerja sekuat tenaga dengan cepat dan hampir menyelesaikan
keinginannya. Roro Anteng cepat memikirkan ide untuk mengganggu penyelesaian
tantangan itu, dia membuat suara yang membangunkan ayam jantan. Ayam jantan
mulai berkokok membawa fajar masuk.
Ketika
mendengar panggilan ayam jantan yang menandai subuh, raksasa terkejut karena
tugasnya telah gagal. Frustrasi, ia melemparkan tempurung kelapa yang ia
gunakan untuk menggali gurun. Tempurung itu jatuh ke tanah di samping gunung
Bromo, membentuk kubah yang sekarang dikenal sebagai gunung Batok. Dataran
berpasirnya telah membentuk kawah Tengger.
Ali Baba and The Forty
Thieves
Ali Baba was such a poor man that he had only one shoe for his two
feet. Even the mice in his house were hungry.
One day, his wife said, "We have no food in the house. No
rice. No potatoes. Go and collect leaves in the forest so that I can make a
soup."
Ali was a lazy man. He looked for leaves for about ten minutes and
then he climbed a tree to sleep. He was afraid of wolves. When he woke up, he
was surprised to see forty thieves on forty horses. They stopped in front of a
big rock.
"Open Sesame!" shouted the leader. A door on the rock opened.
The thieves carried sacks full of gold into the cave. When they had finished,
the leader shouted.
"Close Sesame!" and the door closed. As soon as the
thieves had disappeared Ali Baba jumped down from the tree, said, "Open
Sesame" and went into the cave.
There were shelves all around the walls. The shelves were full of
sacks. And the sacks were full of gold. Ali took a sack home with him.
Unfortunately, one of the thieves saw Ali's footprints on the
sand. He followed them to Ali's home. He took out his knife and made a cross on
the door.
"Now I shall know which house it is," he said.
He rode off to get the other thieves. But Ali had seen the thief.
He and his wife took brooms and swept away the footprints. Then he
made crosses on every door at the street. When the forty thieves arrived they
had their knives between their teeth, they couldn't find either Ali or the
gold. Ali and his wife lived happily ever after.
Terjemahan
Ali Baba dan 40 Pencuri
Ali Baba adalah seorang pria miskin yang hanya memiliki sebuah
sepatu untuk kedua kakinya. Bahkan tikus-tikus di rumahnya pun kelaparan.
Suatu hari, istrinya berkata, "Kita tidak mempunyai makanan
di rumah. Tidak ada beras. Tidak ada kentang. Pergi dan kumpulkan daun-daunan
di hutan sehingga saya bisa membuat sup."
Ali adalah seorang pemalas. Dia mencari daun-daunan sekitar 10
menit dan kemudian dia memanjat pohon untuk tidur. Dia takut dengan serigala.
Ketika dia bangun, dia terkejut melihat 40 pencuri menaiki 40 ekor kuda. Mereka
berhenti di depan sebuah batu besar.
"Buka Sesame!" teriak sang pemimpin. Sebuah pintu pada
batu tersebut pun terbuka. Pencuri-pencuri tersebut membawa kantong-kantong
yang penuh dengan emas ke dalam gua tersebut. Ketika mereka telah selesai, sang
pemimpin berteriak.
"Tutup Sesame!" dan pintu tersebut pun menutup. Segera
setelah pencuri-pencuri tersebut telah pergi Ali Baba loncat turun dari pohon,
berkata, "Buka Sesame" dan pergi ke dalam gua tersebut.
Terdapat rak-rak di seluruh sekeliling dinding gua tersebut.
Rak-rak tersebut penuh dengan kantong-kantong. Dan kantong-kantong tersebut
penuh dengan emas. Ali mengambilnya satu kantong dengannya untuk dibawa ke
rumah.
Sayangnya, salah satu dari pencuri-pencuri tersebut melihat jejak
kaki Ali di pasir. Dia mengikutinya sampai ke rumahnya Ali. Dia mengeluarkan
pedangnya dan membuat tanda silang di pintunya.
"Sekarang saya sudah tahu rumah yang mana ini," dia
berkata.
Dia berkendara pergi untuk memberitahu pencuri yang lain. Tetapi
Ali telah melihat pencuri tersebut.
Dia dan istrinya mengambil sapu dan menyapu jejak-jejak kaki.
Kemudian dia membuat tanda silang di semua pintu di jalan. Ketika 40 pencuri
tersebut datang dengan pisau-pisaunya diantara gigi-gigi mereka, mereka tidak
dapat menemukan Ali atau emas tersebut. Ali dan istrinya pun hidup bahagia
selamanya.


Sangat membantu :D Tapi background nya terlalu simple
BalasHapusBermanfaat sekali
BalasHapusSangat bermanfaat sekali tetapi kurang banyak
BalasHapus